Rabu, 18 Maret 2026

Kami Kembali Bermain


Pada halaman berikutnya di cerita ini, aku kembali pada momen-momen di mana dunia terasa begitu banyak dipenuhi dengan imajinasi dan kebahagiaan, di mana dedaunan yang berguguran terasa seperti bintang jatuh, atau kerlap kerlip lampu yang mengedio mengajak kita untuk tertawa. 

Setelah begitu banyak waktu berlalu, akan ada begitu banyak ucap-ucap di sela canda tawa mereka tentang diriku. Mengapa kamu memilih jalan ini? Pertanyaan itu banyak kudapatkan, membuat begitu banyak keraguan berlalu lalang di benakku. Sesaat aku ingin berhenti dan membuat ucapan-ucapan itu berubah menjadi monster besar yang menyeramkan.

Tapi, aku ingat momen pertama kali aku memberanikan diri untuk pergi ke kantor pos, mengantre di balik meja resepsionis yang tinggi, sedikit berjinjit menyerahkan sebuah amplop cokelat berisi cerita-cerita yang ku impikan. Aku ingat debaran pada masa itu dan yakin bahwa belum ada waktu senja untuk kita memulai menjadi yang pertama.

Setelah tiga tahun berlalu, tidak pernah terbayangkan sedikitpun bahwa seseorang di usia 20an akhir ini akan menjadi seorang live streaming, ucapannya yang sedikit kikuk sambil matanya yang tertunduk. Ia menemukan bahwa setiap senyuman yang ia lakukan memiliki arti lebih untuk mereka yang menonton di balik layar, mungkin pada momen-momen sedihnya kami bercerita dan tertawa bersama, setidaknya wahan bermain para manusia dewasa ini berhenti sejenak dengan helaan nafas yang lega. Sejenak momennya berubah menajdi tawa hangat ketika ia bermain gobak sodor, atau lompat tali di masa lalu.

Paragon menjadi tempat bermain yang baru bagi diriku, setelah tahun-tahun berlalu seratus impian yang kutulis pada buku harian yang kini kertasnya telah berubah menguning itu tertutup dilupakan. Akhirnya aku memberikan diri untuk membuka halaman demi halaman, membuat senyum simpul itu muncul dengan sedikit cekikikan geli, walaupun konyol tapi mereka adalah bagian dari hidupku. Waktu yang sebentar ini membuat diriku mengingat mimpi lama, dan yakin bahwa mimpi itu sedang menunggu waktu transit dan akhirnya sampai pada peraduannya. Kali ini aku akan kembali menjadi yang pertama bagi diriku, yang pertama untuk bermimpi kembali, yang pertama untuk tertawa, dan yang pertama untuk bermain.

Dan sekali lagi, aku sadar bahwa setiap senyuman yang kubuat itu berarti.

#BeraniMenjadiYangPertama #Paragon41

Kami Kembali Bermain

Pada halaman berikutnya di cerita ini, aku kembali pada momen-momen di mana dunia terasa begitu banyak dipenuhi dengan imajinasi...